by 21.56 0 komentar
Mungkin Cintaku di Parkiran Sekolah

Kelas 9 pun telah usai ditempuh Adin, dia lulus dengan nilai yang, hmm cukup puas lah. Dia mendaftar ke SMA favorit yang waktu itu berlabel RSBI tapi sekarang sudah dicabut.
Dia diterima walaupun dulu dia duduk di bangku cadangan, tapi itu tidak membuatnya putus asa.
Di SMA dia punya teman-teman baru yang super duper gokil. Dia kesana ke mari, main sama teman-temannya. Tapi dia tetap nurut sama perintah orang tuanya.
***
6 bulan kemudian, SMAnya ngadain KTS, dia seneng banget karena bisa lebih deket lagi sama temen sekelasnya. Pada hari ke 2, saat lomba basket, dia melihat kakak kelas yang bisa dibilang keren.
"Manis banget ini kakak," ucapnya dalam hati, namun fikiran itu mengikutinya sampai di rumah, dia terus saja memikirkan cowok yang mulai jadi pujaan hatinya itu.
Keesokan harinya, dia tak mau dihantui rasa penasarannya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk tanya sama teman sekelasnya, Erin. Yang saat itu bisa dibilang teman yang dekat.
 "Er, kamu tau nggak kakak kelas yang unyu banget itu?" tanya Adin
"yang mana sih, Di? Aku belum pernah kamu beritahu orangnya tuh!" jawab Erin.
"Oh iya, aku lupa! Aduh, pokoknya kakak kelas yang manis banget."
"Emmhhh, bikin bingung aja kamu,"
"Oh yaudah, aku cari di Facebook aja deh, cari di fotonya, pasti temen-temennya pernah ngetag dia."
"emang kamu tau temannya siapa? Atau nick facebooknya gitu?" Erin meyakinkan
"hehehe, enggak sih, eh tapi kak Ayu itu kelas apa ya E?"
"itu kelas XI IPA Di, kamu liat dari Facebooknya kak Ayu aja deh, Di!"
"sip, Er. Aku juga berpikir kayak gitu." jawab Adin berbunga-bunga.
***
"akhirnya dikonfirm juga ini, sama kak Nino," batin Adin senang. Akhirnya Adin memutuskan untuk nge-wall dia     hanya untuk mengucapkan terimakasih. Diapun membalasnya dengan ramah, terlihat dari kata-katanya.
Keesokan harinya di sekolah Adin menceritakan ke Erin tentang kak Nino, ternyata Erin sudah tau namanya, tapi karena kemarin Adin ceritanya ribet, Erin jadi tak tahu maksud Adin kalau dia menanyakan kak Nino. Erin juga ngefans banget sama kak Nino, akhirnya mereka saling curhat tentang pujaan mereka itu.
***
Bel pulangpun berbunyi, Adin masih sibuk membereskan tasnya. "siapa yang mau ke parkiran?" teriak Citra membuyarkan lamunan Adin
"eh, aku Ce. Kamu mau ke parkiran sekarang?" jawab Adin dengan teriak juga kaget
"iyalah, Di. Masak ya besok. Hehe. Yuk?"
merekapun pergi ke parkiran, tak disangka di parkiran mereka bertemu kak Nino, Adin tidak berani melihat kak Nino, tapi dia hanya berani melirik, dan saat itupun kak Nino juga melihat Adin. Adin tak mampu berkata-kata, dia salah tingkah sendiri. "Di, kamu nggak ambil sepeda?" tanya Citra. "eh, iya. Ini ambil hehehe," jawab Adin.
Akhirnya Adinpun pulang, di jalan dia hanya bisa senyum-senyum sendiri.
setelah pulang sekolah, Adin langsung tidur, dia sangat lelah.
Dalam tidurnya, Adin bermimpi yang aneh. Dia melihat sosok yang tinggi besar tak mempunyai gigi, dia seperti monster yang menyerupai hulk. Tapi tiba-tiba monster itu memberikan sebuah roti yang dibaliknya bertuliskan Nino. Dia terkejut dan juga berbunga-bunga. Memang orang yang sedang jatuh cina mimpi yang aneh pun bisa jadi kebahagiaan.
 Pukul 17.13 WIB dia baru bangun, tak terasa sudah sore. Dia langsung ambil baju ganti dan mandi. Setelah mandi dia iseng buka Facebooknya, ternyata ada inbox   ternyata pesan dari kak Nino. Yang berisi:
*kamu tahu aku dek?* Adin masih bengong lihat pesan itu, dia seperti mimpi. Lalu dengan segera ia membalas pesan itu.
+Iya, tahu kak. Kamu yang duduk di atas motor parkiran sebelah utara kan?+ dengan jari gerogi dia mengetik kata-kata itu.
Beberapa menit kemudian kak Nino membalasnya
# Merekapun saling kirim pesan, namun suatu saat kak Nino udah ga alas inbox Adin, diapun sangat kecewa. Adin tidak berani untuk mengirim pesan dahulu, dia takut kalau pacarnya tahu. Hingga suatu saat di tengah indahnya senja, Adin berpikir untuk menunggu hari ulangtahunnya hanya untuk mengucapkan lewat inbox dengan harapan dibalasnya.
Harapan itu terkabul, dia membalas ucapan Adin. Mereka saling kirim pesan lagi.
***
UAS pun datang, Adin mulai melupakan rasa sayangnya untuk kak Nino. Dia mulai belajar dengan semangat, sekali waktu dia masih memikirkan kak Nino yang notabenenya udah punya "pacar". Pacar kak Nino adalah kakak kelas Adin sewaktu SMP, memang Adin dan kak Tessa tidak akrab, tapi kak Tessa tahu Adin dan Adin tahu kak Tessa.
Di parkiran yang udah agak siang, Adin mengambil kendaraannya, ternyata ada kak Nino lewat, untuk pertama kalinya kak Nino dan Adin saling menyapa. Fikiran Adin berbunga-bunga lagi. "ya Tuhan, dia senyum sama aku. Bahagia banget. Trimakasih Tuhan." batin Adin.
Setibanya di rumah, dia masih terngiang-ngiang dengan kejadian siang tadi. "apa sebenernya itu bocah udah tahu aku ya? Tapi apa mungkin dia pura-pura gak tahu? Ya udahlah, tunggu aja, pasti dia datang padaku kok hehehe." batin Adin sambil berdoa dan berharap.
***
UAS pun selesai, dan sekolah Adin mengadakan classmeeting, yaitu lomba antar kelas untuk mengisi kekosongan waktu. Dia juga ikut berpartisapasi sebagai penonton. Saat itu ada lomba volley, Adin melihat kak Nino dan kak Tessa sedang bercanda. Adin tak kuasa menahan rasa cemburunya, dia ingin nangis namun dia masih bisa menahannya. Dia juga cerita ke temannya yang juga suka pada kak Nino.
"Er, kamu tadi lihat kak Nino sama kak Tessa?" tanya Adin pada Erin.
"iyalah Di, aku tadi kan juga disampingmu. Aku juga cemburu tau. Huh!"
"hehe. Tapi sumpah, so sweeeeeettttt banget." sela Fira
"iyalah, namanya juga pacarnya." jawab Erin.
"tapi, sesakitnya perasaanmu masih sakit pakek banget untuk aku." batin Adin.
***
Bel pulang sekolahpun berbunyi, tapi Adin masih mau ikut ekstrakulikulernya di sekolah. Dia  pulang hampir jam 6 sore, ditengah kegiatan ekstranya, Adin melihat Kak Nino sama kak Tessa ke parkiran bareng. Dalam hati Adin, Adin senang melihat mereka berdua. mereka itu serasi banget yaa, jadi ngerasa bersalah telah sayang sama kak Nino. Huh! kataku dalam hati. Dor! Kok nglamun aja sih kamu, bentak Rinia membuyarkan lamunanku.
eh, kamu Rin. Hehe, enggak kok!
enggak nglamun apaan, buktinya kamu kaget gitu waktu aku kagetin, yeee, mau ngebohongn aku ya ejek Rinia
alah, kamu itu. Haha
mikirin apaan sih kamu?
enggak kok, lagi capek aja nih seharian belum istirahat.
enggak salahkan aku? Hehe. Ayolah cerita, kamu lagi mikirin apa?
mikirin kalo aku seandainya tiba-tba punya pacar yang manis banget terus ajak aku ke pantai, kan asik tu wkwkwk
sialan, yang bener dong huh. Hmm, Apa lagi mikirin yang ada di dalam parkiran itu?
eh, enggak ya. Siapa dia, ngaco aja kamu. Jawab Adin dengan nada panik
tuhkan, kamu jawabnya panik. Udahlah, jangan pikir yang enggak-enggak!
kamu tu Rin, tau aja, nyerah deh aku hehe. Lha dari tadi aku tunggu nggak keluar-keluar dari parkiran.
mungkin ada masalah sama kendaraannya kali.
iya deh, mikir gitu aja. Hehe. Eh, udah mau pulang itu, ayuk ke sana.
oke.
Akhirnya kegiatan ekstrapun selesai, Adin menuju parkiran untuk pulang. Karena suasana grimis yang lumayan lebat, terpaksa dia agak berlari.
 eh, kakak! suara Adin yang kaget melihat kak Tessa sama kak Nino masih di parkiran.
kok buru-buru, dek? tanya kak Tessa
iya kak, udah sore ini, takut dijalannya. Duluan ya kak . sapa Adin yang sembari tersenyum sama kak Tessa dan kak Nino, namun kak Nino tersenyum pada Adin dengan senyum yang mugkin dibilang agak tidak ikhlas. mungkin kak Nino takut ketahuan kak Tessa. Batin Adin. Kak Tessa mungkin tidak tahu kalau Adin mengenal kak Nino, walau tidak pernah ngobrol seenggaknya kak Nino dan Adin saling sapa waktu papasan.
***
Sesampainya di rumah, Adin berpikir kembali.
 kenapa ya kak Nino kayak gitu, tadi. Apa mungkin dia gak suka aku. Tapi kenapa selama ini dia selalu nyapa aku? Apa aku harus ngilangin rasa sayang dan cintaku ini ya? Aku ngerasa gak enak sama kak Tessa, dia terlalu baik sama aku. Dan terlalu lembut untuk aku jahati nanti bila aku benar-benar nekat untuk memiliki kak Nino. Gumamnya dalam hati.
Adinpun juga saat belajar memikirkan kejadian tadi, kejadian itu sangat mengganggu konsentrasinya, Adin tak mau seperti ini terus. Dia harus melupakan kak Nino.
Dan hingga saat ini, Adin hanya menyukainya dalam hati saja, Adin tidak menceritakan perasaannya pada teman-temannya, dan Adin berhasih menyimpannya apat-rapat di dalam hatinya.
Tahun pun berganti, Ia kini telah kelas XII, Adin telah sedikit demi sedikit melupakan perasaannya pada Kak Nino. Namun suatu hari tiba-tiba muncul ide untuk meminjam buku pada kak Nino, ia telah mengontaknya lewat facebook, akhirnya mereka janjian dan bertemu di sebelah kelas Adin untuk penyerahan buku kelas XII tersebut. Ternyata di bungkusan buku itu ada sandal berwarna fuschia, Adin kaget kenapa ada sandal itu di dalamnya apa mungkin memang terbawa Adin juga tak mengerti. Akhirnya Adin memberanikan diri untuk bertanya kepada kak Nino.
Kak, kenapa ada sandal warna fuschia di dalem kantong plastik buku yang kemarin?
owalah, itu buat kamu dek hehe kamu ga suka ya?
Adin terkejut, kenapa tiba-tiba kak Nino memberikan sandal itu kepadanya.
lho kak, kenapa tiba-tiba ngasih sandal buat aku?
he ya nggapapa dek, pengen kasih sesuatu aja buat kamu, kan benta lagi aku jarang ke smada hehe, oh ya kemarin kamu ultah juga kan ya, jadi ya itu buat kado juga ya J.
Yah, dibuat melting lagi deh sama kakak ini pikir Adin
oh gitu, yaudah makasih ya kakak hehe.
Setahun telah berlalu tanpa ada komunikasi lagi.
Tiba-tiba kak Nino datang ke Adin untuk menyatakan perasaannya yang selama ini terpendam, ternyata dia menunggu momen putus dengan kak Tessa supaya tak ada pihak yang tersakiti. Kini mereka telah merajut impiannya untuk bahagia selamanya.


Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar